AS Berencana Menurunkan Ganja ke Kategori Obat-obatan Berisiko Rendah

TEMPO.CO, Jakarta – Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) telah merekomendasikan pelonggaran pembatasan ganja, kata juru bicara departemen tersebut pada Rabu, 30 Agustus 2023, menyusul permintaan peninjauan dari Pemerintahan Biden tahun lalu.

Hampir 40 negara bagian AS telah melegalkan penggunaan ganja dalam beberapa bentuk, namun masih sepenuhnya ilegal di beberapa negara bagian dan di tingkat federal. Mengklasifikasi ulang ganja ke tingkat yang lebih tidak berbahaya dibandingkan obat-obatan seperti heroin akan menjadi langkah pertama menuju legalisasi yang lebih luas, sebuah langkah yang didukung oleh mayoritas warga Amerika.

Rekomendasi penggolongan penggunaan ganja diberikan kepada Badan Penegakan Narkoba (DEA) pada hari Selasa sebagai bagian dari arahan Presiden Biden kepada HHS, kata juru bicara tersebut.

“Sebagai bagian dari proses ini, HHS melakukan evaluasi ilmiah dan medis untuk dipertimbangkan oleh DEA. DEA memiliki kewenangan akhir untuk menjadwalkan atau menjadwal ulang suatu obat berdasarkan Undang-Undang Zat Terkendali. DEA sekarang akan memulai peninjauannya,” kata juru bicara DEA.

Ganja saat ini diklasifikasikan sebagai obat golongan I berdasarkan Undang-Undang Zat Terkendali (Controlled Substances Act), yang berarti ganja memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi dan tidak dapat diterima untuk digunakan secara medis, bersama dengan obat-obatan seperti heroin dan LSD.

HHS merekomendasikan untuk mengklasifikasikan ulang ganja agar memiliki potensi ketergantungan yang sedang hingga rendah dan potensi penyalahgunaan yang lebih rendah, yang akan menempatkannya di kelas ketamin dan testosteron.

Jika klasifikasi ganja dilonggarkan di tingkat federal, hal ini akan memungkinkan bursa saham utama untuk mendaftarkan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam perdagangan ganja, dan berpotensi memungkinkan perusahaan asing untuk mulai menjual produk mereka di Amerika Serikat.

Iklan

“Proses pemerintahan adalah proses independen yang dipimpin oleh HHS, dipimpin oleh Departemen Kehakiman dan dipandu oleh bukti-bukti… kami akan membiarkan proses itu berjalan maju,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre.

Ganja legal di Kanada, yang di Amerika Utara telah menjadi rumah bagi para petani dan distributor ganja yang diperdagangkan secara publik, yang sebagian besar diperkirakan akan berekspansi ke Amerika Serikat, jika legalisasi federal menyusul di sana.

Saham beberapa perusahaan ganja termasuk Canopy Growth, Tilray Brands dan Cronos Group naik karena berita tersebut. Perusahaan seperti Verano Holdings dan Sunburn Cannabis menyambut baik langkah HHS.

“Sudah terlalu lama pelarangan ganja dan statusnya yang ketinggalan jaman sebagai substansi golongan 1 telah merugikan banyak orang yang terkena dampak kegagalan Perang Narkoba,” kata CEO Veranos, George Archos.

REUTERS                                                                                                                    

Pilihan Editor: Protes Latihan Sekutu, Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir ‘Bumi Hangus’



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *