5 Mitos Menyesatkan soal Penghematan Listrik

TEMPO.CO, Jakarta – Tarif listrik terus melambung sehingga berbagai penghematan pun dilakukan banyak orang. Akan tetapi, jangan langsung percaya mitos dan trik menghemat uang untuk listrik yang ternyata keliru.

Untuk menghindari melonjaknya tagihan listrik, para pakar energi di  Energy Gain UK membagikan tips sekaligus menghindarkan dari mitos menyesatkan soal hemat listrik, dilansir dari Express.

Mitos: Menurunkan suhu AC 1 derajat tak masalah.
Menurut Energy Saving Trust, perubahan kecil ini berpengaruh pada tagihan sebesar 10 persen. 

Mitos: Posisi alat elektronik dalam posisi standby tak boros listrik.
Pendapat yang salah karena mematikan alat listrik secara total akan lebih menghemat. Sejak 2010, peralatan listrik menyedot listrik tak lebih dari 1 watt dalam posisi standby tapi tidak demikian pada peralatan yang lebih tua. Matikan juga peralatan yang tersambung ke TV, seperti pemutar DVD dan konsol game.

Mitos: Tarif listrik dan gas sama.
Pemanas listik memang lebih efisien, sistem pemanas bertenaga gas modern secara umum lebih murah sehingga penggunaannya bisa lebih menghemat.

Iklan

Mitos: Lampu hemat energi tak berbeda dengan bohlam lama.
Lampu LED lebih terang dan ramah lingkungan dari bohlam hemat energi. Pemakaian bohlam hemat energi diukur dengan lumen, bukan watt sehingga pemakaian listrik pun lebih sedikit. Semakin tinggi lumen, semakin terang lampu. Sebagai pembanding, lampu 60 watt setara dengan lampu 600 lumen.

Mitos: Baterai gawai sudah terisi penuh, pengisi daya tak akan lagi menyedot listrik.
Meski baterai gawai sudah penuh terisi, masih ada sedikit listrik yang mengalir jika pengisi daya masih tercolok ke stop kontak. 

Pilihan Editor: Tips Menghemat Listrik agar Tagihan Tidak Membengkak



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *